Nilai Kebudayaan Pada Teks Naskah Kuno Suku Sasak








Penulis : M. Yarpan Hadi  



       Negara Indonesia memiliki banyak sekali jenis atau bentuk kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing daerah. dengan keanekaragaman budaya yang dimiliki itu menjadikan negara indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya, adat, tradisi dan agama. kebudayaan yang dimiliki  oleh setiap daerah merupakan ciri khas yang dimilikinya yang menjadi pembeda dengan daerah-daerah lain.
         Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya di Pulau lombok sangat kaya akan budaya dan adat yang dimiliki seperti nyongkolan, peresean, bau nyale, dan masih banyak lagi kekayaan adat yang dimiliki masyarakat lombok. bentuk kebudayaan yang dimiliki oleh orang sasak yaitu sebagian orang masih menyimpan bentuk hasil kebudayan orang-orang terdahulu seperti naskah-naskah kuno yang ditulis pada daun lontar yang kemudian diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi maupun di wariskan secara garis keturunan keluarga. namun tidak sembarang orang yang bisa menjadi tempat di wariskannya sebuah bentuk kebudayaan seperti naskah kuno, karena harus orang-orang yang baik dan benar-benar bisa menjaga amanah serta dapat dipercaya adalah tempat diwariskannya bentuk kebudayaan atau naskah tersebut, dan naskah itu bersifat sakral tidak sembarang orang bisa memilikinya.
         Nah ! dalam pembahasan ini saya sebagai penulis termotivasi untuk bisa mengetahui siapa saja orang yang masih menyimpan bentuk kebudayaan orang  terdahulu di pulau lombok yang telah diwariskan  seperti halnya naskah-naskah kuno yang diwariskan kepada orang-orang tertentu ataupun garis keturunannya yang masih menyimpan dan memilikinya sampai saat ini. oleh karena itu saya mulai mencari informasi tentang keberadaan orang-orang yang masih menyimpan naskah-naskah kuno peninggalan para pendahulu orang sasak. Di tempat tinggal saya sendiri Desa Langko Kecamatan janapria Kabupaten Lombok Tengah, keberadaan naskah-naskah tersebut sudah tidak ada atau mungkin hanya sebagian orang yang memilikinya karena saya tidak mendapatkan informasi tentang hal tersebut terutama saat menanyakan hal tersebut pada orang-orang terdekat yang terdapat di sekitaran desa tempat tinggal saya ataupun lingkungan keluarga saya.
     Setelah menanyakan hal-hal tersebut seperti di atas kebanyakan orang yang saya tanya berpendapat bahwa tidak semua tempat di lombok terdapat naskah-naskah kuno tersebut dan hanya orang-orang tertentu yang bisa memilikinya,  tempat naskah-naskah menurut informasi yang saya dapat naskah-naskah kuno itu banyak terdapat di lombok barat, lombok tengah, lombok utara, dan lombok timur. berdasarkan informasi yang saya dapat di lombok barat terdapat naskah di Narmada, lombok tengah terdapat naskah di sekitaran Praya, lombok Utara terdapat naskah di Bayan, dan Lombok Timur terdapat banyak naskah peninggalan yang bertempat di Sakra.
      Berdasarkan tempat dan lokasi tersebut saya tidak mempunyai kenalan yang berasal dari narmada, praya, dan bayan namun di lombok timur saya memiliki seorang teman sebut saja namanya Atma. saya menghubungi Atma dan menanyakan informasi tentang keberadaan naskah-naskah kuno peninggalan orang sasak terdahulu dan dia memberitahukan kalau ada orang yang memiliki naskah tersebut di sakra barat yang tidak lain adalah niniq (kakek) dari Atma sendiri. setelah mendapatkan informasi tersebut, sabtu 19 oktober 2019 saya langsung berangkat ke sakra barat di waktu pagi hari.



Persiapan Keberangkatan ke Lotim Untuk

 Mencari Informasi Tentang Naskah Kuno. 


Waktu menunjukkan pukul 9.00 akhirnya saya sampai di tempat tujuan tepatnya di kediaman Lalu Putrajab Ibrahim atau biasa dipanggil dengan sebutan "Mamiq Ning" Jl. Sangopati No. 17 Mengkuru,   Desa Tanak Kaken Kecamatan Sakra Barat. Sesampainya saya disana, saya sudah ditunggu oleh Atma teman baik saya yang langsung mempersilahkan saya untuk ke rumahnya, namun saya langsung mengatakan kepada Atma supaya kita langsung saja bertemu dengan niniq (kakeknya) yang ternyata rumahnya bersebelahan, kemudian Atma langsung membawa saya untuk bertemu dengan "Mamiq Ning" yang memiliki naskah kuno.


   Lalu Putrajab Ibrahim (Mamiq Ning)
Salah Satu Pemilik Naskah Kuno di Sakra Barat Lotim.

Lalu Putrajab Ibrahim atau biasa dipanggil dengan sebutan "Mamiq Ning" beliau adalah salah satu tokoh masyarakat yang cukup terpandang di kalangan masyarakat desa sakra barat dengan kemampuan beliau untuk nembang dan membaca tulisan-tulisan naskah kuno. banyak orang yang tidak memiliki kemampuan seperti beliau dan dengan kamampuan yang dimiliki tersebut mamiq Ning sering di undang ke acara-acara seperti pernikahan, Khitanan, dan acara Begawe (syukuran) dalam tradisi masyarakat sasak untuk nembang atau membacakan isi dari suatu teks naskah yang sarat akan nilai, petunjuk dan doa-doa keselamatan.
         Setelah saya bertemu dengan Mamiq Ning dan bersalaman dengan beliau lalu saya dipersilahkan untuk memasuki rumahnya, saya merasa beliau sangat sopan dan ramah apalagi bahasa yang beliau gunakan pada saat berbicara dengan orang yang jauh lebih muda darinya, mungkin itu yang membuat beliau cukup disegani oleh masyarakat desa sakra barat karena kebaikan, kesopanan, kerendahan hatinya, keramahan, dan perlakuan baiknya kepada orang yang baru ia kenal. saat berbicara dengan beliau saya tidak langsung menjelaskan maksud dan keinginan saya untuk menemui beliau ke rumahnya, dan beliau beranggapan bahwa saya teman baik cucuya Atma dan saya datang untuk menemui Atma. awal pembicaraan dengan beliau cuma sekedar berbincang tentang keluarga, tempat tinggal, status, profesi, dan sebagainya yang saling kita tanya satu sama lain.
                Setalah cukup lama pembicaraan yang terjadi antara saya dan Mamiq Ning serta Atma yang hanya sesekali senyum dan berkata-kata, akhirnya saya bertanya tentang profesi atau pekerjaan yang sedang di geluti oleh Mamiq Ning, dan akhirnya beliau memberitahukan bahwa beliau itu sering di undang ke acara-acara pernikahan, acara sunatan, dan acara begawe (syukuran) orang sasak untuk nembang atau membacakan isi teks-teks naskah kuno ujar beliau. dari sini kemudian saya mulai bertanya dan mencari informasi tentang naskah kuno, saya menanyakan tentang seputar naskah kuno mulai dari dimana beliau mendapatkan naskah tersebut sampai bagaimana cara untuk menjaganya. mamiq Ning Mulai menjelaskan dari mana beliau mendapatkan naskah-naskah kuno tersebut. dan kata beliau naskah tersebut didapatkan dari keturunan keluarganya baik itu dari kakek, kemudian ke ayah, baru sampai ke beliau.
              Berdasarkan informasi dari beliau ada beberapa naskah kuno yang dimilikinya salah satu dari naskah itu adalah teks naskah "Lontar" atau teks naskah kuno yang ditulis pada daun Lontar.


 
Bentuk Teks Naskah Kuno yang Ditulis Pada Daun Lontar.

Mamiq Ning menunjukkan salah satu naskah teks kuno yang ia miliki dan membacakannya, naskah itu terlihat usianya sudah sangat lama dan menurut pendapat beliau naskah itu usianya sudah puluhan bahkan ratusan tahun lamanya. naskah seperti gambar diatas berdasarkan keterangan Mamiq Ning ditulis pada daun lontar dan menggunakan bahasa kawi, naskah ini ditulis tangan menggunakan "Suale" yaitu sebuah mata pisau kecil yang menjadi alat tulis. naskah kuno diatas bercerita tentang "Dewi Rengganis"  yang sarat akan nilai serta ajaran yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.
           Mamiq Ning masih menyimpan naskah-naskah kuno tersebut karena menurut pendapat beliau naskah tersebut merupakan peninggalan orang terdahulu dan harus tetap dilestarikan dan dijaga keberadaannya, naskah ini juga sangat penuh dengan ajaran-ajaran dan nilai-nilai kehidupan supaya keberadaannya tidak hilang. banyak naskah seperti ini yang diperjualbelikan namun tidak asli ujar beliau, Mamiq Ning masih menyimpan naskah tersebut tujuannya untuk kesenangan masyarakat dan untuk menghibur hati karena pada saat naskah ini dibaca terdapat bahasa atau kata-kata yang indah dalam bahasa kawi sehingga dengan mendengar keindahan suara dan bahasa yang digunakan oleh pembaca naskah tersebut hati akan merasa tenang.
     Itulah pendapat Mamiq Ning tentang naskah kuno orang sasak, sebenarnya beliau masih mempunyaidan menyimpan beberapa naskah, namun kata beliau tidak sembarangan naskah bisa di keluarkan dan ditunjukkan ke orang-orang karena kesakralannya. tidak terasa berbincang dengan Mamiq Ning ternyata hari sudah sore dan menunjukkan pukul 15.00 dan akhirnya saya pamit pulang pada teman saya Atma dan Mamiq Ning. itulah kisah perjalanan saya untuk mencari informasi ke Lombok Timur tentang teks naskah kuno sebagai bentuk kebudayaan yang diwariskan orang terdahulu kita (orang sasak) untuk dijaga dan dilestarikan serta dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan.


Semoga Bermanfaat😊








Komentar

  1. Apa yg di bahas dalam lontar tersebut.?

    BalasHapus
  2. Apa yg di bahas dalam lontar tersebut.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerita atau kisah dari dewi rengganis yang penuh akan nasihat dan ajaran kehidupan

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Bagus,, Luar Biasa,,Masya Allah 😍

    BalasHapus
  6. Cerita bagus tentang kebudayaan sasak, kembangkan lagi dan kalau bisa angkat kebudayaan Yang masih primitif dan belum diketahui orang agar budaya Sasak di kenal sampaibke seluruh dunia

    BalasHapus
  7. Nilai kebudayaan seperti apa yang paling menonjol dalam naskah kuno itu ucup?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai kebudayaan itu adalah nilai yang terkandung sebagai suatu hal yang kompleks, di dalamnya berisikan kesenian, kepercayaan, pengetahuan, hukum, moral, adat istiadat serta keahlian ataupun ciri khas. Nah pada naskah kuno tersebut semua bentuk nilai-nilai kebudayaan tersebut sangat menonjol yang mengajarkan kita bagaimana supaya berperilaku dan bersikap baik pada orang lain😊

      Hapus
  8. Mantap
    Aplgi klok lengkap disebutin naskah-naskah kuno yg brda dri Praya narmada dan bayan pasti tambah markotop😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang di masing-masing tempat di lombok memiliki naskah kuno yang berbeda-beda dan tidak sembarang orang bisa memilikinya, jadi untuk bisa mengetahui jenis naskah yang di miliki oleh seseorang dan mendapatkan informasi, harus dilakukan dengan observasi atau mencari informasi secara langsung dengan pemilik naskah😊

      Hapus
    2. Tunggu tulisan selanjutnya ya👌

      Hapus
  9. terimakasih ini sangat bermanfaat, terutama utk pendatang seperti saya☺☺

    BalasHapus
  10. Terima kasih ! Ini sangat membantu

    BalasHapus
  11. Terimakasih penjelasan tentang naskah ni sangat membantu & bermanfaat

    BalasHapus
  12. Masya Allah panjang bet, tapi bermanfaat semangat semoga menjadi penerus mamiq Ning dalam menjaga dan melestarikan naskah-naskah kuno yang ada di Lombok 💪

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar